Harga jajanan hari ke hari semakin mahal, beli buku, ongkos ojol, harganya cenderung meningkat. Berbagai kebutuhan digital, seperti kuota internet sudah jadi kebutuhan sehari-hari. Di tengah kondisi ekonomi seperti ini (in this economy), kemampuan mengelola uang bukan hanya penting bagi orang dewasa, tetapi juga untuk pelajar. Meskipun belum memiliki penghasilan tetap, kalian sebagai pelajar perlu belajar mengatur/mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan keuangan yang sehat sejak dini.
![]() |
| Ilustrasi - (generated by AI) |
Mengapa Pelajar Perlu Mengelola Uang?
Dalam kehidupan ekonomi, harga barang cenderung naik dari tahun ke tahun, mungkin kalian saat SMP masih merasakan uang Rp 5.000 masih bisa dapat gorengan banyak, beda dengan hari ke hari yang makin lama, makin sedikit gorengan yang ada di plastik. Ditambah kondisi ekonomi yang tidak selalu sesuai dengan apa yang direncanakan, hal tersebut menyebabkan nilai uang yang kita pegang dari hari ke hari semakin menurun.
Sebagai pelajar yang belum memiliki penghasilan, di mana masih mengandalkan uang saku pemberian orang tua tentu harus meningkatkan kemampuan untuk mengatur uang saku yang terbatas sehingga bisa digunakan dengan bijak.
Untuk itu, kira-kira hal apa saja sih yang bisa dilakukan oleh kalian agar uang saku kalian bisa dimanfaatkan secara efisien, berikut langkah-langkahnya:
1. Membedakan Kebutuhan dan Keinginan
Kebutuhan untuk kalian pelajar biasanya hal untuk transportasi (ongkos angkot, beli bensin, ongkos ojol), membeli alat dan perlengkapan belajar, dan jajan seperlunya. Sedangkan keinginan, biasanya berupa pembelian impulsif yaitu membeli barang karena "lucu" atau sekedar beli barang karena FOMO (karena ga mau ketinggalan tren teman-teman lainnya).
2. Membiasakan Gemar Menabung
Nah, ini yang penting, mulai membiasakan menabung. Menabung bukan soal jumlah, tetapi tentang pembiasaan, menyisihkan uang saku yang sedikit namun ditabung secara rutin itu sudah menjadi hal yang sangat baik. Nantinya, dana tabungan dapat menjadi dana cadangan saat ada kebutuhan yang mendesak.
3. Waspada Pinjaman Online dan Paylater
Kalian harus memahami bahwa pinjaman online dan paylater bukanlah uang yang gratis yaa. Itu berarti, setiap pinjaman harus dikembalikan, bahkan bisa disertai bunga dan denda yang mencekik. Sebagian besar layanan mensyaratkan idenditas pribadi yang sah seperti KTP. Artinya, untuk kasus kalian sebagai pelajar, beberapa kasus pinjaman online dan paylater yang terjadi tentu saja menggunakan identitas orang tua tanpa izin ya, itu dosa lho yaaa.....
Intinya, biasakan membeli barang sesuai kemampuan ya, bukan sesuai dengan keinginan, apalagi tergantung dengan fasilitas paylater yang menggiurkan.
4. Jauhi Judi Online
Judi dalam bentuk apapun tentu dilarang oleh ajaran agama, judi bukanlah cara untuk menghasilkan uang. Terkhusus judi online, sistemnya dirancang agar pemain terus bermain dan terus ada dalam rasa penasaran sampai mengalami kerugian dalam jangka panjang. Dampak kerugiannya sangat besar, pada keuangan, kelangsungan pendidikan, kesehatan mental, dan hubungan dengan keluarga. Beberapa kasus judi online secara umum, bahkan juga turut terjerat pinjaman online agar tetap ikut serta dalam judi online tersebut, nah, kalau sudah begini jadi double deh kerugiannya. Maka dari itu, cara terbaik untuk terhindar dari judi online adalah dengan tidak mencoba sama sekali.
Nah, itulah tips-tips yang harus kalian jalankan sebagai dasar pengelolaan uang kalian yaaa... Silahkan dibiasakan, karena pembiasaan ini akan sangat berguna untuk pengelolaan keuangan selanjutnya di masa depan, utamanya saat kalian sudah berpenghasilan, sehingga masa depan kalian bisa terencana dan sejahtera. Aamiiin.


0 Komentar