Hari-hari biasa yang kita lalui tanpa sadar sebenarnya kita telah melakukan berbagai aktivitas ekonomi. Ketika kalian membeli sarapan di kantin, membayar ongkos angkot atau ojol, menerima uang saku dari orang tua, atau melihat orang tua bekerja lalu mendapat penghasilan, sebenarnya kita sedang melihat bagaimana roda perekonomian berjalan.
Coba pikirkan:
- Dari mana perusahaan memperoleh uang untuk membayar gaji karyawan?
- Mengapa ketika masyarakat membeli lebih banyak barang, perusahaan justru semakin berkembang?
- Mengapa jika banyak perusahaan mengurangi produksi, masyarakat ikut merasakan dampaknya?
Semua pertanyaan tersebut akan dijawab melalui materi Siklus Aliran Pendapatan (Circular Flow). Namun sebelum mempelajarinya, mari kita memahami beberapa konsep dasar terlebih dahulu.
1. Apa Itu Ekonomi Makro?
Ekonomi
terbagi menjadi dua cabang utama, yaitu ekonomi mikro dan ekonomi
makro.
Ekonomi
mikro mempelajari perilaku individu, rumah tangga, maupun perusahaan secara
terpisah. Sementara itu, ekonomi makro mempelajari perekonomian secara
keseluruhan.
Hal-hal
yang dipelajari ekonomi makro antara lain:
- pertumbuhan ekonomi;
- inflasi;
- pengangguran;
- pendapatan nasional;
- kebijakan pemerintah;
- perdagangan internasional.
Misalnya,
ketika harga beras naik hampir di seluruh Indonesia, hal tersebut menjadi
kajian ekonomi makro karena memengaruhi masyarakat secara luas.
Sebaliknya,
ketika seorang konsumen memilih membeli kopi merek A daripada merek B, hal
tersebut termasuk ekonomi mikro.
Pada intinya, ekonomi makro melihat "gambaran besar" suatu perekonomian.
2. Siapa Saja Pelaku Ekonomi?
Kegiatan
ekonomi tidak mungkin dilakukan oleh satu pihak saja. Ada beberapa pelaku
ekonomi yang saling berinteraksi.
a. Rumah Tangga Konsumen
- bekerja sebagai pegawai/karyawan;
- membeli makanan;
- membayar listrik;
- menggunakan jasa transportasi.
b. Perusahaan
- gaji;
- upah;
- sewa;
- bunga;
- keuntungan kepada pemilik modal.
- pabrik sepatu;
- restoran;
- minimarket;
- perusahaan teknologi.
c. Pemerintah
- memungut pajak;
- membangun jalan;
- memberikan subsidi;
- menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan.
d. Masyarakat Luar Negeri
- ekspor;
- impor;
- investasi;
- kerja sama perdagangan.
3. Bagaimana Hubungan Masyarakat dan Perusahaan?
Coba kalian bayangkan sebuah toko roti. Agar bisa membuat roti, toko membutuhkan:
- pegawai;
- tepung;
- listrik;
- mesin.
Pegawai berasal dari masyarakat. Sebagai balas jasa, toko memberikan gaji kepada pegawai.
Setelah
menerima gaji, masyarakat membeli berbagai kebutuhan, termasuk membeli roti di
toko tersebut.
Uang yang
diterima toko kemudian digunakan lagi untuk:
- membeli bahan baku;
- membayar pegawai;
- memperluas usaha.
Proses
ini berlangsung terus menerus sehingga membentuk siklus kegiatan ekonomi.
Artinya,
- masyarakat membutuhkan
perusahaan untuk memperoleh barang, jasa, dan pekerjaan;
- perusahaan membutuhkan
masyarakat sebagai tenaga kerja sekaligus konsumen.
Hubungan keduanya bersifat saling bergantung.
4. Mengenal Berbagai Jenis Pasar (Dalam Kaitannya dalam Siklus Aliran Pendapatan)
Ketika
mendengar kata pasar, kebanyakan orang membayangkan tempat jual beli
sayuran atau kebutuhan sehari-hari.
Dalam ilmu ekonomi, pasar memiliki arti yang lebih luas. Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa pasar yang penting dalam ekonomi makro adalah:
Pasar Barang
Di pasar barang terjadi transaksi barang dan jasa. Contohnya:
- membeli makanan;
- membeli pakaian;
- menggunakan jasa salon;
- membeli laptop.
Di pasar
ini:
- perusahaan menjadi penjual;
- rumah tangga menjadi
pembeli.
Pasar Faktor Produksi (Pasar Tenaga Kerja)
Di pasar
ini yang diperjualbelikan bukan barang, melainkan faktor-faktor produksi.
Misalnya:
- tenaga kerja;
- tanah;
- modal;
- keahlian.
Contoh sederhananya adalah ketika seseorang melamar pekerjaan. Dalam kondisi tersebut:
- masyarakat menawarkan tenaga
kerja;
- perusahaan membutuhkan
tenaga kerja.
Sebagai
balas jasa, perusahaan memberikan upah atau gaji.




0 Komentar