Pernahkah kalian bertanya mengapa harga cabai bisa melonjak tinggi saat pasokan berkurang? Atau mengapa harga ponsel tertentu turun ketika semakin banyak produsen menawarkan produk serupa? Dalam ilmu ekonomi, fenomena tersebut dijelaskan melalui interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply).
Permintaan menunjukkan jumlah barang yang ingin dan mampu dibeli konsumen pada berbagai tingkat harga. Sebaliknya, penawaran menunjukkan jumlah barang yang ingin dan mampu dijual produsen pada berbagai tingkat harga. Ketika kedua kekuatan pasar ini bertemu, terbentuklah harga keseimbangan (equilibrium price) dan jumlah keseimbangan (equilibrium quantity).
Simulasi Interaktif Permintaan dan Penawaran
0
0
Hasil Keseimbangan Pasar
Harga Keseimbangan (P*) :
Jumlah Keseimbangan (Q*) :
Pada simulasi di atas, saat posisi awal kedua tombol (slider) berada pada angka 0, pasar digambarkan oleh dua persamaan berikut:
Qd = 100 − 2P
Qs = 20 + 2P
Keterangan:
- Qd = jumlah yang diminta (Quantity Demanded)
- Qs = jumlah yang ditawarkan (Quantity Supplied)
- P = harga
Keseimbangan pasar terjadi ketika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan:
Sehingga:
80 = 4P
P = 20
Jika nilai harga tersebut dimasukkan ke salah satu persamaan, diperoleh:
Q = 60
Dengan demikian, kondisi awal simulasi menghasilkan:
- Harga Keseimbangan (P) = 20
- Jumlah Keseimbangan (Q) = 60
Pada grafik, kondisi ini ditunjukkan oleh titik perpotongan kurva permintaan dan kurva penawaran yang ditandai dengan titik hijau (E).
Selanjutnya, kalian dapat menggeser tombol Pergeseran Permintaan atau Pergeseran Penawaran untuk mengamati bagaimana perubahan kondisi pasar memengaruhi harga dan jumlah keseimbangan. Cobalah menggeser slider ke arah positif maupun negatif, lalu perhatikan perubahan posisi titik keseimbangan pada grafik. Dari aktivitas sederhana ini, kalian akan melihat bahwa harga pasar sebenarnya bukan ditentukan oleh satu pihak saja, melainkan merupakan hasil interaksi antara keputusan konsumen dan produsen.


0 Komentar